TENTANG APLIKASI VTUBE

“Hati-hati, VTube itu SCAM!”

“VTube itu Ponzi!”

------


Sebelum terlalu panjang dan dilematis mengenai VTube karena kabar-kabar yang beredar, kita kenali dulu dua kata keramat ini, scam dan Ponzi.

Scam kalau diterjemahkan langsung, artinya adalah penipuan.

Ponzi kalau dicari penjelasannya adalah bentuk skema investasi, yaitu skema Ponzi (dari nama pencetusnya pertama kali Charles Ponzi pada tahun 1920) yang merupakan penipuan investasi di mana klien dijanjikan untung besar tanpa risiko. Perusahaan yang terlibat dalam skema ponzi memusatkan seluruh energinya untuk menarik klien baru guna melakukan investasi. Skema Ponzi biasanya membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi lain, dalam jangka pendek dengan tingkat pengembalian yang terlalu tinggi atau luar biasa konsisten. Kelangsungan dari pengembalian yang tinggi tersebut membutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema ini terus berjalan.

Jadi, skema Ponzi sudah pasti scam, tapi scam belum tentu Ponzi, bisa saja scam dalam bentuk selain Ponzi. Skema Ponzi yang cukup biasa kita kenal juga dengan sebutan money game.

------


Kita kembali ke VTube. Sepemahaman saya, VTube adalah aplikasi yang mempertemukan orang-orang atau pebisnis yang ingin mengiklankan atau mempromosikan produk mereka. Apa pun teori maktering atau pemasaran yang mungkin kalian tahu, perinsip dasarnya tetap sama, yaitu perlu ada biaya khusus bila suatu produk ingin dipasarkan atau dikenal oleh pasar. Terkadang, media promosi yang digunakan itu memberikan dampak pada produk, kadang tidak; dan meski pun tidak memiliki dampak, si pelaku bisnis dari produk ini tetap harus mengeluarkan sejumlah biaya.

Sebagai pengiklan, apakah beriklan di VTube ini mempunyai dampak?

Secara penyebaran info produk, bisa saya katakan, kemungkinan besar iya. Karena, member VTube yang sudah cukup banyak ini pasti melihat dan “mengejar” tayangan iklan.  Sebagian kecil lainnya, saya belum melihat adanya review keberhasilan atau survey kepuasan atas beriklan di VTube dari para pengiklan. Apakah penjualannya meningkat? Apakah banyak peminat dari produk yang mereka iklankan? Atau, setidaknya ada grafik yang bisa dianalisa? Belum ada.

Sebagai pengiklan, apakah beriklan di VTube ini tidak memiliki dampak?

Menurut saya, bagian ini yang diambil alih oleh VTube. Beriklan pasti memiliki resiko tidak mendapatkan dampak pada produk. Bila di media umumnya (cetak, broadcast, dll), biaya yang dikeluarkan untuk iklan akan berlalu begitu saja, tapi di VTube, biaya beriklan ini menjadi pendapatan bagi member-member yang menyimak iklan. Ini sebabnya, iklan yang tayang di VTube, pasti akan “kejar” oleh member VTube.


Apakah VTube scam?

VTube ada media promosi yang sifatnya sebagai jembatan antara pengiklan dan penonton. Pengiklan akan dikenakan sejumlah biaya berupa nominal View Point, atau yang disebut VP, yang akan digunakan untuk membayar para penontonnya. Penonton yang sudah mengumpulkan sejumlah VP dari kegiatannya menonton iklan, bisa menjualnya. Transaksi jual beli VP ini secara langsung antara penjual (pemilik VP) dengan meraka yang akan menggunakan VP ini, bisa calon pengiklan, atau sesama member yang akan mereka gunakan sebagai strategi untuk meningkatkan nilai penghasilnya dari biaya per klik yang mereka simak. Jadi untuk punya penghasil dari VTube, member harus menjual VP mereka secara langsung ke pembeli VP mereka. Ada semacam ‘ruang’ khusus untuk jual beli. Sampai disini, VTube cukup apa adanya dan tidak ada transaksi apa pun dari, atau, dengan management VTube.

VTube memungkinkan member memiliki penghasilan, dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. 1 VP dihargai $1, asumsi, kurs dollar saat ini adalah Rp.14.000,- , dan ada potongan biaya untuk jual beli. Maka penghasilan terendah adalah Rp.112.000,- , dan penghasilan tertinggi adalah Rp.227.884,960,- .

Tapi, untuk bisa mencapai penghasilan itu, member diharuskan MELAKUKAN prosesnya, yaitu, menyimak iklan, 10 iklan per hari, dengan minimal 10 menit jedah antar view ke view selanjutnya, dan selama durasi 40 harp per paketnya. Apa bila paket itu habis, maka kita bisa ‘membeli’ paket lagi dengan menukarkan VP yang sudah kita kumpulkan. Setiap level memiliki slot paket yang berbeda dengan nilai penghasilan VP yang berbeda. Oleh sebab itu, banyak member yang melakukan pembelian VP untuk memiliki paket-paket yang memiliki nilai penghasilan VP yang lebih menarik. Ada banyak strategi untuk bisa mencapai penghasilan tertentu.

Secara matematis, proses dan perhitungan strategi untuk mencapai penghasilan yang ditargetkan oleh member, cukup masuk akal.

Misal:

Member membeli paket terkecil dan termurah, 1 paket level ‘bintang 1’ seharga 10 VP, maka tersedia 40 hari untuk member menyimak 10 iklan per harinya, dan mendapatkan penghasilan senilai 0,3VP. Artinya, bila dia selesai 40 hari, maka dia bisa mengumpulkan 12VP. Bila dia ingin menjalankan paketnya lagi, maka dia harus menukarkan 10 VP lagi untuk 1 paket level ‘bintang 1’, dan dia memiliki sisa 2 VP. Begitu juga dengan paket-paket di level lainnya, yang tentunya berbeda harga dan berbeda penghasilan VP per harinya.

 

Apakah VTube ini Ponzi?

Menurut pendapat saya, berdasarkan penjelasan diatas mengenai Ponzi, VTube ini bukan Ponzi. Member tidak diminta dan tidak melakukan penitipan modal yang katanya akan diinvestasikan. Memang ada member yang mengeluarkan modal untuk membeli paket-paket tertentu sebagai strateginya mencapai target pendapatan VP yang lebih sesuai, tapi si member lah yang berperan untuk melakukan tugasnya. Bila dia tidak melakukan tugasnya, maka dia akan kehilangan potensi pendapatannya. Kalau saya, mengibaratkannya seperti kita membeli paket quota internet. Bisa saja kita gunakan untuk hal-hal yang mubazir, tapi bisa juga digunakan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih bermanfaat, misal membeli paket khusus untuk WhatsApp untuk jualan online, yang nantinya hasil dari margin penjualan bisa cukup untuk membeli paket WhatsApp lagi. Atau, beli paket bergiga-giga, tapi hanya habis untuk nonton youtube. Pilihan.

Bila menggunakan contoh perhitungan pendapatan diatas, dari contoh yang paling kecil, modal 10VP, selama 40 hari bisa mengumpulkan 12VP. Artinya, member akan menghasilkan 20% dari modalnya dan USAHAnya. Bila member tidak konsiten melakukan tugasnya untuk view 10 iklan per hari, makan pendapatan harian dari paket yang dia miliki akan gugur di hari itu. Jadi, tetap harus ada usaha dari si pemodal (member) itu sendiri. Dan member tidak bisa serakah. Misal, durasi iklan hanya 5-12 detik saja, maka dia ingin menghabiskan 10 jatah view harian dalam waktu kurang dari 30 menit saja. Hal ini tidak bisa. Karena, jarak waktu minimal antara view yang dihitung oleh system adalah 10 menit. Harus ada PROSESnya.

Beda dengan Ponzi, yang membernya diiming-imingi pendapatan sekian persen, hanya dengan menitipkan uang pada mereka (pelaku scam Ponzi ini), di VTube, aktifitas member lah yang menentukan penghasilannya sendiri. Cukup adil.

------


Saya sendiri tidak terlalu mengkhawatirkan tentang scam atau Ponzi dari kabar-kabar yang beredar tentang VTube, tapi minat orang-orang atau pebisnis yang ingin beriklan di VTube. Saya berharap, akan semakin banyak orang atau pebisnis yang berminat untuk beriklandi VTube. Karena menurut saya, VTube ini memberikan target pasar yang sangat jelas, dan biaya yang dikeluarkan untuk promosi menjadi tidak sia-sia (menjadi penghasilan, justru bagi yang menyimak iklan).


Iklan apa saja yang bisa punya potensi?

Banyak.. bisa mengiklankan:

-        akun youtube bila masih baru sebagai youtuber,

-        promosi akun-akun online shop di e-commerce,

-        iklan produk-produk UKM atau home industry,

-        iklan produk konsumsi, misal hasil panen di rumah (buah, sayuran hidroponik), katering, dll

-        iklan layanan jasa (misal, jasa montir yang siap dipanggil datang ke rumah, jasa service AC, jasa service furniture rumah, jasa renovasi rumah, jasa pijat, jasa bersih-bersih, dll),

-        iklan produk seni (lukisan, buku, aransemen lagu, les music, dll),

-        penawaran kerjasama franchise,

-        bisnis pariwisata,

-        iklan jualan asset, misal mobil, rumah, gadget, perhiasan, dll,

-        iklan barang-barang hobi,

-        hingga bisnis ritel besar (McD, KFC, BK, dll yang cukup sering mengadakan promo bulanan).

-        Dll.


------

Demikian sekilas yang bisa saya share tentang VTube. 

Berminat untuk bergabung untuk bisa punya penghasilan dari VTube? 

Yuk gabung di tim saya. Saya juga sudah gabung di tim yang memberikan edukasi yang baik. Silakan komen kalau berminat. 


Terima kasih.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seberapa Mahal NSTM? Atau, Semurah Apa Sehatmu?

SUNPRO: Super Nano Propolis